UTS CI

Peluang, prospek, dan kesempatan untuk mahasiswa berkreasi dan berinovasi saat ini sangatlah besar. seiring dengan berjalan dan berkembangnya teknologi dan juga pendidikan, manusia memiliki semakin banyak masalah yang menurut mereka harus ada penyelesaiannya. penyelesaian tersebut bukan hanya dilakukan seadanya melainkan dengan memikirkan cara-cara kreatif/berbeda/unik dengan keinovasian yang mereka miliki. dengan itu, masalah yang tadinya belum ada penyelesaian menjadi ada penyelesaiannya.

Sebagai contoh, untuk mahasiswa SBM ITB. menurut saya, SBM ITB merupakan sekolah bisnis terbaik di Indonesia. Mengapa? karena SBM memiliki mata kuliah yang sangat mendukung mahasiswa-mahasiswa nya menjadi entrepreneur terbaik bangsa. mata kuliah itu juga bukan hanya dipelajari saja tapi juga diterapkan sehingga mahasiswa SBM ITB benar-benar melewati dan merasakannya. pada tahun pertama, ada yang namanya pelajaran Management Practice. Di situ kami dilatih untuk menciptakan sebuah karya drama, dimana ada direktur, sutradara, pemain, dll. Masing-masing dari kami diliat potensialnya dan kami mengembangkan potensial masing-masing dengan melakukan kreativitas-kreativitas yang kita miliki dan juga berinovasi. Di situ kami mendapatkan banyak sekali kesempatan, peluang, dan prospek berkreasi dan berinovasi.contoh selanjutnya, yaitu IBE. IBE dilakukan sepanjang dua semester. IBE merupakan mata kuliah yang harus ada di setiap sekolah bisnis, menurut saya. karena dengan IBE ini, kami mahasiswa dapat benar-benar mengetahui bagaimana membuat suatu perusahaan dari 0, bagaimana cara mencari pinjaman ke bank, bagaimana cara membangun sebuah keorganisasian suatu perusahaan, bagaimana memilih pemimpin, bagaimana memilih bawahan, dan lainnya. hal-hal itu memerlukan kreativitas kami. apalagi dalam hal memilih produk yang akan kami jual, designnya, warnanya, dan sebagainya. untuk membedakan produk kami dengan produk-produk yang sudah ada di luar, kami menggunakan inovasi. sehingga produk kami tidak ada yang menyamai. saya merupakan salah satu anggota marketingnya. di situ, saya mencari cara-cara kreatif dan juga inovatif untuk melakukan kerja marketing saya. dan alhamdulillah itu berhasil mendatangkan banyak sekali konsumen hingga IBE sudah selesai pun kami masih dikejar.

Ada 5 level kreatifitas, yakni : Kreatif Eksistensial, Komunikasi/Relasional, Instrumental, Orientasional, dan Inovasional. menurut saya, bagian management practice merupakan kreatif level orientasional karena di situ setiap dari kami mengembangkan dengan ekspresi kreatif dengan berbagai cara, dimana pengembangan kreativitas pada tingkat sebelumnya dilakukan untuk pengembangan masyarakat. selanjutnya untuk yang IBE, itu merupakan kreatif level inovasional karena pada hal itu mahasiswa membuat sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Jika dilihat dari 4 level inovasi, yaitu: teknologi, produk, proses, dan bisnis model, banyak sekali peluang, kesempatan, prospek yang dapat dilakukan mahasiswa untuk melakukan inovasi dalam segi manapun.

Namun selain peluang yang didapat, ada juga halangan. tentunya semua tidak selalu berjalan sesuai dengan kehendak yang diinginkan. masalah yang menghambat kami para mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif adalah kurangnya keyakinan diri setiap mahasiswa dalam melaksanakan apa yang telah direncanakan. terkadang, sering kali menemukan mahasiswa-mahasiswa cerdas, namun untuk mengimplementasikan ide yang dimilikinya belum bisa karena kurangnya keberanian mereka. mereka sering sekali risk averse, bukan risk taking. mereka takut sekali akan risiko yang bisa didapat jika mereka melakukan hal yang kurang sesuai. selanjutnya yaitu masalah dimana ide yang terlalu tinggi seperti mimpi atau bahkan terlalu rumit sehingga tidak bisa-bisa dijadikan kenyataan (penyelesaian masalah). masalah selanjutnya yaitu kurangnya modal yang dapat diberikan oleh mahasiswa yang masih dalam tahap uji coba (dalam hal teknologi), sehingga banyak mahasiswa yang telah memiliki ilmu cukup canggih dan juga ide kreatif yang brilliant untuk dijadikan kenyataan namun tertahan karena kurangnya modal untuk menguji coba kreativitasnya. masalah terakhir paling besar adalah masalah kemauan, kemauan diri masing-masing. karena banyak sekali mahasiswa sudah membuat semua rencana dengan baik, kreatif, inovatif namun tidak dijalan-jalankan rencananya karena belum yakin. sebenarnya setiap rencana harus langsung saja dijalankan (apalagi entrepreneur), tanpa berpikir terlalu panjang.

Jika sudah yakin, harus dijalankan saja tanpa berpikir terlalu panjang. karena pemikiran yang terlalu panjang dengan memikirkan banyak side-effect hanyalah penghambat terbesar dari suatu perencanaan yang sudah matang. harus menjadi risk-taker, karena dengan itu kita jadi berani menerima apapun yang bisa kita dapat (baik ataupun buruk, sesuai/tidak sesuai), dan kita jadi belajar banyak karena untuk menjadi sukses kita harus melakukan semuanya sehingga kita tahu mana yang berguna dan mana yang tidak. kita juga harus memiliki plan yang sudah sesuai dan juga benar sehingga hal tersebut akan lebih mudah tercipta. ”The World is Flat” karangan Thomas L. Friedman, mengajarkan kita bahwa semua sebagai mahasiswa dan calon pemimpin masa depan harus lebih semangat untuk berkreasi dan melakukan inovasi karena di masa yang akan datang akan inovasi akan menjadi tuntutan yang jauh lebih besar lagi bagi lingkungan dan seluruh umat manusia.

Love,
Arnisya Virginia

Advertisements

About laprincessebelle

a young lady, in love with french & the beauty of old english poets. loving disney, fairy tale, princess♡♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: